Kondisi Tanah AMblas di Rumah Wartono (Doc. Sriyanto)
Paranggupito ~ (infogiriwoyo.com), Hujan yang terus mengguyur beberapa hari
ini menyebabkan tanah di dlm rumah Wartono (55th)
amblas dan menggondol sebagian bangunan rumah, karena tidak mampu menahan debit air kejadian sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, tidak ada korban jiwa,
tetapi bebrapa peralatan dapur seperti dandang, panci, tungku, wajan dan lain- lain ikut terbenam dalam kubangan tanah.
Hal ini di benarkan oleh Sriyanto, S.Pd Anggota Legislatif DPRD Wonogiri
Fraksi PKS yang juga putra daerah Paranggupito, “seharian ini di rumah warga
ikut memperbaiki rumah yg hampir roboh di bantu BPBD
Wonogiri, Dinas ESDM Wonogiri, Dinas Sosial Wonogiri, Forkopincam Paranggupito, Pemerintah desa setempat”
Kronologis kejadian kemarin selasa (27/09) terjadi hujan sejak sore hari
hingga pagi hari rabu 06.00 WIB, curah hujan yang cukup tinggi ini menyebabkan
saluran air ke luweng mampet, sehingga terjadi genangan yg cukup tinggi dan membentuk Kubangan dengan diameter 4 m dan dalam 2 m. Kejadian semacam ini sudah
terjadi dua kali yaitu pada tahun 2002 dengan intensitas dan kedalaman yg lebih besar besar. Tandas beliau.
Penanganan sudah dilakukan oleh Dinas terkait di bantu seratuan warga dusun sekitar bahu membahu memperbaiki dengan
cara melakukan pengurukan dan pembenahan rumah yang hampir roboh.
Pengurukan yg menghabiskan sekitar 20m2 batu gunung dilakukan secara gotong royong oleh warga yang dibantu relawan BPBD
daerah sekitar, BPBD Wonogiri, Dinas ESDM Wonogiri, Dinas Sosial Wonogiri, Forkopincam Paranggupito, Koramil Giritontro Paranggupito,
jajaran polsek Paranggupito, Camat Paranggupito beserta jajarannya,
pemerintah desa
Bantuanpun sudah didatangkan dari BPBD Wonogiri juga Dinas Sosial Wonogiri dengan membawa bantuan berupa terpal selimut
karpet lantai, karung pasir, paket sembako berupa beras sarden mie gula teh minyak,
paket makanan balita dll.
Amblasan tanah yg menimpa rumah Wartono warga dusun bangampel desa
gendayakan Paranggupito, ini telah selesai di urug dan ditutup juga membenahi
rumahnya sekitar pukul 15.30 sore. Kesigapan ini juga dibantu dengan kordinasi
apik dari wakil rakyat setempat (Sriyanto) dengn pihak terkait seperti Forkopincam,
BPBD, Dinas Sosial, dll.
Wakil rakyat yang juga pernah menjabat kepala Desa Gendayakan itu
mendampingi warga sampai tuntas kegiatan. dalam tanggapannya saat dihubungi di
lokasi bencana Sriyanto mengatakan "Kejadian ini sudah terjadi dua kali,
maka saat ini perlu pengkajian lebih mendalam dari BPBD dan ESDM agar ada
penangan yg lebih permanen" tandasnya
Foto Sriyanto Ketika ikut membantu Rumah Amblas dan
meninjau kebanjiran di Glagahombo
Hasil diskusi BPBD, Dinas ESDM, Forkopincam dan wakil rakyat itu menelurkan
rekomendasi bahwa penanganan akan dilakukan dengan normalisasi luweng agar
aliran air hujan bisa lancar, bencana serupa juga terjadi di dusun glagahombo
yaitu terjadi genangan air setinggi dada orang dewasa yang menyebabkan 15 rumah
warga terendam, rumah itu diantaranya rumah milik Saridi, paimun, tumadi,
katiran, dll. Samapai berita ini diturunkan air belum surut secara tuntas dan
masih sekitar setinggi paha. [SAN]
Tidak ada komentar:
Write komentar